Sejarah stand up comedy di Indonesia berawal dari era kafe pada akhir 1990-an oleh Ramon Papana lewat Comedy Cafe Indonesia, namun benar-benar booming dan menjadi fenomena nasional setelah lahirnya komunitas Standupindo pada 13 Juli 2011 serta penayangan ajang pencarian bakat di televisi. [1, 2, 3, 4, 5]
Era Perintis dan Kafe (1990-an–2000-an)
Meskipun bentuk lawak tunggal sudah lama ada dalam tradisi lokal (seperti lawakan tunggal tradisional atau gaya monolog pelawak Srimulat dan Warkop DKI di masa lalu), format modern stand up comedy mulai diperkenalkan secara spesifik oleh Ramon Papana bersama almarhum Taufik Savalas saat mendirikan Comedy Cafe di Jakarta. [1, 2, 3]
- Belum banyak orang paham konsep stand up murni saat itu.
- Tempat tersebut lebih sering berfungsi sebagai kafe biasa yang menyediakan panggung kecil dan mik.
Lahirnya Komunitas dan Televisi (2011)
Tahun 2011 menjadi titik balik besar ketika stand up comedy mulai digandrungi anak muda melalui internet dan televisi. [1]
- Pada 13 Juli 2011, tokoh-tokoh seperti Ernest Prakasa, Raditya Dika, Pandji Pragiwaksono, Ryan Adriandhy, dan Isman H. Suryaman mendirikan [Standupindo](index:0.6.1, 0.6.10). [1, 2]
- Stasiun televisi mulai melirik genre ini melalui program seperti Stand Up Comedy Show di Metro TV dan ajang kompetisi Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) di Kompas TV. [1]
- Acara-acara ini sukses mengedukasi penonton bahwa komedi modern tidak harus mengandalkan pakaian aneh atau kekerasan fisik, melainkan bersumber dari keresahan pribadi dan kritik sosial. [1]
Perkembangan Industri Modern
Setelah sukses besar di awal dekade 2010-an, stand up comedy di Indonesia berkembang pesat menjadi industri hiburan utama. [1]
- Muncul kompetisi tandingan seperti Stand Up Academy di Indosiar yang memperluas pasar penonton.
- Ratusan komunitas lokal terbentuk dari Sabang sampai Merauke.
Posting Komentar